Kopi Blora dan Resep nyete

Semakin menjamurnya warkop di Blora, membuat para penjualnya mengurangi mutu kopi. Hal ini juga dipengaruhi membubungnya harga sembako. Sehingga banyak warkop yang mutu kopinya semakin rendah. Akibat makin banyak porsi oplosan kopi, ada yang dioplos dengan karak, jagung, ketan hitam, beras, dll. Perbandingan jumlah biji kopi dengan campuran tidak diperhatikan. Sehingga banyak ditemui kopi rasa karak / rasa jagung. Untuk orang yang belum pernah atau bukan maniak kopi sulit untuk membedakan.
Sekarang ini banyak orang yang menganggap kopi lasem itu enak. Tapi orang belom mengetahui klo kopi blora juga ga kalah enak sama kopi lasem. Kita sebagai orang blora harus memperkenalkan kopi blora ke luar daerah biar bisa bersaing dengan kopi lasem.
Kopi sekarang bukan lagi identik dengan orang tua, anak muda sekarang juga ga mau kalah malahan lebih mendominasi di setiap pelosok warkop di kota blora. Hampir di setiap sudut kota blora mudah ditemukan warkop.
Beberapa warkop yang ramai :
Warkop Mbah Sabar (alm) di jenar
Warkop Pak Badirin di Karangjati
Warkop pojok alun-alun
Warkop Pak Din di jepon
Dan masih banyak lagi warkop di setiap kecamatan
Kopi di blora lebih terkenal dengan sebutan “ KOPI KHOTOK “ yang artinya dalam pembuatannya, kopi tidak hanya diseduh dengan air panas. Tapi juga ikut direbus (di godhok) yang kemudian disebut Kopi Khotok.
Selain ngopi biasanya untuk menghabiskan waktu mereka suka mbatik/nyete/nglelet. Yang dimaksud mbatik/nyete/lelet adalah melukis rokok dengan lethek kopi ditambah susu sedikit.
Cara bikinnya :
1.tuang kopi ke lepek
2.minum dan sisakan sedikit untuk bikitn ce-te nan
3.keringkan lethek kopi dengan tissue agar memberikan hasil yang maksimal
4.tuang susu secukupny kedalam lethek yang sudah dikeringkan, lalu aduk hingga tercampur
5.siapkan rokok yang mau dilukis

Selamat mencoba

1 komentar

  1. n'Doz  

    Minggu, Desember 14, 2008 7:08:00 PM

    ak cah mbloro,emg kopi mbloro tiada tandingan.
    hidup mbloro